Kisah Sunan Kalijaga Riwayat Lengkap

Kisah sunan kali jaga begitu menarik untuk dibaca, karena mengandung pelajaran dan hikmah luar biasa untuk kehidupan umat manusia di dunia. Sunan kalijaga adalah salah satu anggota wali sanga yang berjasa besar dalam menyebarkan agama islam di tanah jawa. Secara garis keturunan, sunan kali jaga punya hubungan darah dengan prabu brawijaya V dari Majapahit. 

Di masa mudanya, sunan kalijaga sudah memiliki ciri ciri sebagai calon pemimpin besar yang peduli pada sesama. Masa muda sunan kali jaga tepat ketika kerajaan majapahit mulai kehilangan pamor di nusantara.

Bersamaan dengan itu ajaran islam pun sedang berkembang pesat dan mulai dianut oleh masyarakat tanah Jawa. Sunan kalijaga muda memang bukan sembarang pemuda, beliau sangat membenci tabiat para pembesar istana di Majapahit, mereka suka pesta pora dan hidup dalam kemewahan, sementara rakyat tertindas dan sengsara. 

Semangat zaman dan ketimpangan sosial telah membentuk mental pemberani pada diri sunan kali jaga. Beliau hanya bisa prihatin melihat penderitaan rakyat miskin yang kian sengsara. Di tengah berbagai pertanyaan yang berkecamuk di dalam diri sunan kali jaga, beliau memutuskan untuk membantu rakyat dengan caranya sendiri.

Tiap malam beliau mencuri harta orang kaya dengan memakai cadar agar tak terlihat oleh siapapun. Lalu pada siang hari harta tersebut dibagikan kepada rakyat miskin. Mula mula sunan kalijaga menjalankan sendiri, tetapi seiring dengan berjalannya waku, sunan kali jaga memiliki anak buah yang sangat setia. Mereka selalu beraksi untuk merampas harta para pembesar dan orang orang kaya yang terbukti didapat dari menindas dan memeras rakyat.

Pada masa itu kekuatan Sunan kalijaga beserta anak buahnya jadi sangat ditakuti, mereka tak pernah tahu kalau kawanan perampok itu dipimpin oleh sunan kali jaga. Tiap habis merampok maka harta tersebut dibagikan kepada rakyat, baik secara terang terangan maupun lewat cara sembunyi. Rakyat pun memandang kalau sunan kalijaga adalah dewa penolong yang dermawan.

Pada suatu hari ketika sunan kalijaga hendak merampas harta orang kaya, beliau dinasehati oleh kakek tua, agar niatnya dibatalkan, tapi yang namanya jiwa muda tentu tak mudah untuk menerima nasehat. Kakek tua ini lalu berkata, ' apa engkau butuh kekayaan wahai anak muda, lihatlah pohon itu(sambil mengarahkan tongkat ke pohon). Sunan kalijaga senangnya bukan main, karena pohon itu berubah jadi emas, tetapi sayang ketika dipanjat berubah seperti semula. DITUNGGU SAMBUNGANYA